Posts

Cellular: Film (nyerempet) Review?

Menghabiskan malam minggu sambil nonton Cellular, 😂 Jadi, isi blog saya kali ini mungkin agak nyerempet-nyerempet gitu deh sama film review 😅 Saya nggak terlalu kenal sih dengan pemainnya, cuma yang jadi Ethan Greer agak familiar aja di layar tv. Next Di film ini lebih ke bercerita tentang seorang pemuda yang awalnya hidupnya biasa saja tiba-tiba mendapatkan telepon dari seorang perempuan bernama Jessica yang diduga menjadi korban penculikan. Di awal saya tegang gitu deh dengan setting dan alurnya yang tidak terduga. Tapi, di situ poin plusnya. Penonton diberikan kebebasan untuk menerka dan beropini, siapa sebenarnya yang benar atau yang salah. Over all, filmnya keren. Adegannya dibuat se-nyata mungkin dan alur yang tidak terduga itulah yang membuat betah stay tuned di depan tv. 😂 Film ini dibuat tahun 2004. Wah, sudah lama banget memang. Tapi cukup menghibur untuk membunuh rasa sepi di malam minggu 😂😂 Selamat menonton...

Puisi, Ibu Niswami

Image
Dia Ibu kami, namanya Niswami. Perempuan sederhana yang bersahaja. Senyum dan tawanya renyah, pelukan dan nasehatnya selalu kami rindui. Dia Ibu kami, selalu terdepan dalam mendukung pendidikan, selalu menentramkan dalam memberi wejangan. Dia Ibu kami, 25 tahun mengabdi di Madrasah Ibtidaiyah, dengan gaji yang tak seberapa, dengan peluh dan capai yang tak terkira. Namun, baginya bertemu dengan siswa adalah anugerah dan amanah. Dia Ibu kami, tak jemu bersosialisi. Berdakwah demi Ridho Ilahi, tak pernah kenal arti siang dan malam lagi. Dia Ibu kami, tetap setia mencintai dan mendampingi suami, meski 10 tahun lebih harus membawanya ke sana ke mari. Tak bosan menyuapi, dan mengajak tertawa demi pujaan hati. Dia Ibu kami, pengingat sosok Kartini. Berjuang tak kenal lelah dan payah demi cita-cita, menebar ilmu dan merangkul para pribumi. Namun tak pernah lupa akan kodrat seorang istri. Dia Ibu kami, bagi kami dia Kartini.

Book Review: "UGLY" By Constance Briscoe

Image
Buku ini adalah sebuah catatan suram masa kecil seorang hakim di Inggris. Constance Briscoe harus menemui masa-masa sulit ketika tinggal bersama ibunya. Dia terus-menerus dianiaya oleh ibunya, baik secara fisik maupun mental. Kerap dipukuli dan tidak diberi makan, Constance begitu putus asa sehingga dia mendatangi Dinas Sosial dan minta ditempatkan di Panti Sosial. Kondisi sulit dan tekanan ekonomi kerap menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga, banyak orang tua yang belum siap menghadapi tanggung jawab pada anak-anaknya, sehingga seringkali melampiaskan kekesalan pada buah hatinya. Di dalam buku ini kita akan menjumpai sisi-sisi lain alasan mengapa Carmen Briscoe-ibu dari Constance-melakukan hal yang tidak masuk akal kepada putrinya. Kisah ini bukan hanya menjelaskan detail kekerasan yang dialami Constance, ia juga pernah memiliki momen-momen bahagia ketika bekerja di beberapa tempat dan mendapatkan kehangatan keluarga yang menusiawi ketika tinggal sementara bersama Miss K (sala...

Book Review: "Pelangi di Persia"

Image
Salah satu buku yang membuat saya jatuh hati pada traveling adalah buku karya Dina Y. Sulaeman, meski cetakan buku ini terbilang lama (2008) Tetapi tidak sedikitpun mengurangi nilai historis dari arti sebuah perjalanan. Pertama kali Dina dan suaminya-Otong Sulaeman-berkesempatan menjelajah bumi iran pada musim gugur tahun 1999. Waktu itu dia baru saja menikah dan mendapatkan beasiswa S2 dari pemerintah Iran. Delapan tahun di sana membuat mereka tak serta merta mudah melupakan saja perjalanan hidup dan survive di negeri orang. Ranggin kaman , busur panah yang berwarna-warni. Itulah kata Persia untuk 'pelangi'. Bagi Dina dan keluarga mungilnya tinggal di Iran dan menemui hal baru seperti makanan, pakaian, hingga budaya. Semuanya terlihat unik dan masing-masing bagaikan salah satu warna pelangi. Di buku perjalanan ini kalian akan diajak Dina berkeliling Iran dan dibuat takjub dalam menikmati setiap keindahan tempat yang mereka kunjungi. Ada Chakchak, 'Mekah'-nya oran...

Takut Melupa

Bismillah.. Siangnya mendung sekali, semendung hatiku 😅 Tidak sengaja tadi selepas bersih-bersih buku dan menata ulang lemari saya menemukan beberapa album foto yang sudah lama.. Di sana terdapat foto Ayah dan Ibu saya yang kebetulan mengikuti acara wisudanya Ayah, ada juga foto Alm. Kakek.. Lama sekali merenung, yaAllah.. mereka pernah muda, dan waktu tidak akan membohongi.. Sekarang mereka sudah tua, dan kini saya sudah tidak lagi anak kecil yang ditimang-timang dan disayang-sayang.. Saya sudah besar, sudah memiliki suami dan tanggung jawab sebagai istri.. 😭 Di dunia waktu berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa sebentar lagi usiaku sudah memasuki 1/4 abad 🙈 Saya sudah melakukan apa saja selama ini? Saya sudah berkontribusi apa pada keluarga dan lingkungan saya? Saya sudah sepenuh hati atau belum menjadi istri? Dan yang palinh nyesek, saya sudah sampai mana membahagiakan kedua orang tua saya? YaAllah.. Memang benar, penyesalan tida...

Tidak Dihargai?

Pernahkah kamu merasakan setelah seharian kamu capek mengerjakan segala urusan rumah tangga dan urusan domestik tentunya, yang sangat melelehkan itu. 😂 Dan semuanya tiba-tiba menjadi tidak berguna hanya karena satu kesalahan. MasyaAllah.. Nyesek, gitu ya 😅 Merasa tidak dihargai, merasa semua pekerjaan menjadi sia-sia, merasa sudah tidak semangat lagi.. Bergembiralah kawan.. Jangan bersedih, itu adalah tanda dari Allah bahwa pekerjaan yang berat akan ada balasan yang berat pula (pahala).. Tentunya dengan poin yang penting, yakni sabar dan ikhlas.. 😂😅😅 Berat Oke.. Kita mungkin harus lebih banyak lagi tafakkur.. Lebih banyak lagi muhasabah diri. Udah benar belum, ya.. Niat saya.. Udah bener belum ya.. cara saya ikhlas dan sabar.. Kalau bilangnya sabar tapi masih ngedumel ya itu belum sabar, bu 😅 Apapun itu.. sebagai perempuan.. kita harus banyak bersyukur, belum tentu para lelaki bisa sekuat itu dibebanka...

Manajemen Hati, perlukah?

Pas hati suntuk, pekerjaan menumpuk, hati jedag jedug, pengen meledak tapi takut ambruk.. 😅 Emang gitu ya, udah fitrahnya manusia kali. Urusan yang overload, nggak bisa ngatur waktu bikin mood booster sekali pemirsa. Pengennya sih, ya nulis, ya ta'lim, ya bersih2, ya berkarya. Tapi apa daya, rencana tinggal rencana. Kalau belum ditakdirkan ya harus legowo 😅 Kalau sudah seperti ini biasanya saya akan duduk diam dan sedikit merenung, tarik nafas dalam-dalam dan mikir dalam banget. Saya katakan pada diri saya sendiri. "Kamu sudah sampai sejauh ini, gak apa-apa.. Kalau mau menangis ya menangis saja yang keras, setelah kamu sudah selesai.. Jangan lupa, masih ada banyak hal lain yang bisa kamu kerjakan selai menangis dan merengek.. And the last, jangan lupa tersenyum" Apa berhasil? terkadang banyak nyerahnya sebenarnya.. Tapi, paling tidak anda sudah berusaha.. dan itu penting banget untuk melatih manajemen hati kamu. Tidak perlu muluk-muluk se...