Posts

Takut Melupa

Bismillah.. Siangnya mendung sekali, semendung hatiku 😅 Tidak sengaja tadi selepas bersih-bersih buku dan menata ulang lemari saya menemukan beberapa album foto yang sudah lama.. Di sana terdapat foto Ayah dan Ibu saya yang kebetulan mengikuti acara wisudanya Ayah, ada juga foto Alm. Kakek.. Lama sekali merenung, yaAllah.. mereka pernah muda, dan waktu tidak akan membohongi.. Sekarang mereka sudah tua, dan kini saya sudah tidak lagi anak kecil yang ditimang-timang dan disayang-sayang.. Saya sudah besar, sudah memiliki suami dan tanggung jawab sebagai istri.. 😭 Di dunia waktu berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa sebentar lagi usiaku sudah memasuki 1/4 abad 🙈 Saya sudah melakukan apa saja selama ini? Saya sudah berkontribusi apa pada keluarga dan lingkungan saya? Saya sudah sepenuh hati atau belum menjadi istri? Dan yang palinh nyesek, saya sudah sampai mana membahagiakan kedua orang tua saya? YaAllah.. Memang benar, penyesalan tida...

Tidak Dihargai?

Pernahkah kamu merasakan setelah seharian kamu capek mengerjakan segala urusan rumah tangga dan urusan domestik tentunya, yang sangat melelehkan itu. 😂 Dan semuanya tiba-tiba menjadi tidak berguna hanya karena satu kesalahan. MasyaAllah.. Nyesek, gitu ya 😅 Merasa tidak dihargai, merasa semua pekerjaan menjadi sia-sia, merasa sudah tidak semangat lagi.. Bergembiralah kawan.. Jangan bersedih, itu adalah tanda dari Allah bahwa pekerjaan yang berat akan ada balasan yang berat pula (pahala).. Tentunya dengan poin yang penting, yakni sabar dan ikhlas.. 😂😅😅 Berat Oke.. Kita mungkin harus lebih banyak lagi tafakkur.. Lebih banyak lagi muhasabah diri. Udah benar belum, ya.. Niat saya.. Udah bener belum ya.. cara saya ikhlas dan sabar.. Kalau bilangnya sabar tapi masih ngedumel ya itu belum sabar, bu 😅 Apapun itu.. sebagai perempuan.. kita harus banyak bersyukur, belum tentu para lelaki bisa sekuat itu dibebanka...

Manajemen Hati, perlukah?

Pas hati suntuk, pekerjaan menumpuk, hati jedag jedug, pengen meledak tapi takut ambruk.. 😅 Emang gitu ya, udah fitrahnya manusia kali. Urusan yang overload, nggak bisa ngatur waktu bikin mood booster sekali pemirsa. Pengennya sih, ya nulis, ya ta'lim, ya bersih2, ya berkarya. Tapi apa daya, rencana tinggal rencana. Kalau belum ditakdirkan ya harus legowo 😅 Kalau sudah seperti ini biasanya saya akan duduk diam dan sedikit merenung, tarik nafas dalam-dalam dan mikir dalam banget. Saya katakan pada diri saya sendiri. "Kamu sudah sampai sejauh ini, gak apa-apa.. Kalau mau menangis ya menangis saja yang keras, setelah kamu sudah selesai.. Jangan lupa, masih ada banyak hal lain yang bisa kamu kerjakan selai menangis dan merengek.. And the last, jangan lupa tersenyum" Apa berhasil? terkadang banyak nyerahnya sebenarnya.. Tapi, paling tidak anda sudah berusaha.. dan itu penting banget untuk melatih manajemen hati kamu. Tidak perlu muluk-muluk se...

"Keterbukaan" Pesantren dan Santri

Kata pesantren mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang. Mendengar istilah pesantren, mungkin sedikit banyak akan langsung terbayang akan adanya sebuah lingkungan di mana terdapat kumpulan orang-orang bersarung, berpeci atau berhijab yang kesehariannya diisi dengan aktivitas mengaji, serta adanya sebuah kitab berwarna kuning dan dipenuhi dengan huruf arab gundul yang menjadi bacaan mutlak untuk dikaji. Sebagian lagi menganggap bahwa pesantren adalah tempat berkumpulnya orang-orang kuno, cara bergaul mereka dinilai gamang, canggung, wagu, bahkan tidak sedikit yang eskapistik, melarikan diri, menyembunyikan diri, ngumpet di pelosok-pelosok sejarah. Dan jika mau lebih ekstrim lagi ada yang mengatakan pesantren itu kaku, konservatif, bahkan (maaf) tempat bercokolnya gembong teroris.     Baik, kita kesampingkan dulu pernyataan di atas. Terlepas dari semua itu kita harus meyakini bahwa arti keutuhan dari sebuah pesantren hanyalah pribadi masing-masing yang bisa memak...

Berkenalan Dengan Sastra

Oleh: Ulin Nihayatil Qudsiyah* Jika dunia adalah kata,maka semesta adalah bahasa.     Sastra dalam perkembangan sejarah dunia selalu memiliki tempat khusus yang selalu menarik untuk terus dikaji dan dikritisi, terlepas dari pandangan relatif besar kecilnya nilai kontribusi sastra dalam membangun otoritas sebuah negara. Asumsi tersebut mungkin muncul dikarenakan pasang surut retorika sastra sendiri, hubungan sastra dalam merekontruksi kepekaan jiwa dan daya kritis dinilai kurang konsisten, tidak ajeg¸dog dog ser, tidak ada kejelasan dan bangun ruang yang paten sehingga muncul sikap eksklusif yang menyatakan “Walau tanpa sastra, Indonesia tetap berlangsung hidup, terus bergerak tiada berubah keadaan”     Jika anda tahu, sebenarnya negara maju pasti ditandai dengan pesatnya kemajuan sastra dan tingginya apresiasi masyarakat terhadap karya sastra, setiap bangsa pasti memiliki sastra yang menjadi kebanggaannya sebagai satu prestasi peradabann...

Cerpen#1: Kiai Klepon

Oleh: Ulin Nihayatil Qudsiyah*     “Kriet.. Kriet..” Suara sepeda pancal membelah hiruk pikuk debu keramaian kota Surabaya, kota pahlawan saksi bisu tempat kemerdekaan dipertaruhkan dan perjuangan melawan koloni hingga titik darah penghabisan. Kini, wajah Surabaya tak ubahnya kota besar metropolitan yang menjulang megah dengan gedung-gedung pencakar langit dan ribuan lalu lalang kendaraan berbagai macam. Pemandangan sepeda pancal di tengah menterengnya Alphard atau sekedar kinclongnya lamborghini memang terlihat ironis, tak ubahnya langit dan bumi yang dipaksa menyatu sehingga pemandangan seperti itu cukup membuat seseorang yang melihatnya terlipat-lipat keningnya.     Beberapa kali aku sering melihatnya berseliweran di jalan Wonokromo atau stasiun Gubeng setiap harinya, menawarkan jualan sederhananya, klepon. Jajanan kenyal nan enak itu memang cukup dipandang miring oleh penduduk kota yang mind set nya sudah disetel ala-ala orang eropa. Tak b...

Aku dan Para Pohon

Kenapa jika melihat pepohonan hati kita menjadi tenang dan damai. Karena pepohonan identik dengan warna hijau. Dan warna hijau adalah salah satu bocoran warna surga, subhanallah. Tapi, kalau sudah melihat realita bahwa saat ini pohon semakin sering ditebang membuat miris. Fungsi pohon bukan hanya sebatas penyegar pemandangan, namun juga sebagai penyeimbang hukum alam. Di mana akar pohon menyerap air dan bisa mencegah terjadinya banjir maupun longsor. Kalau sudah terlanjur terjadi banjir maupun longsor maunya menyalahkan pemerintah, sedangkan kita pura-pura lupa bahwa penyebabnya mungkin ulah dari tangan kita sendiri. Banyak dari kita yang kurang menyadari betapa pentingnya melestarikan kekayaan alam. Suka seenaknya dan tidak peduli akan masa depan. Kita harus berhati-hati, karena tanpa kita sadari ekosistem akan rusak dan yang rugi kita dan anak cucu kita. Padahal jelas, ya . Di Al-Quran Allah SWT mewahyukan bahwasanya kita dilarang meninggalkan generasi yang lemah. وَ...